Cara Menikmati Lezatnya Sholat 5 WAKTU

Written by Mubarok R
Monday, 02 March 2009

Banyak umat Islam yang belum mampu merasakan lezatnya beribadah sholat kepada Allah, dan banyak pula umat Islam yang masing sering meninggalkan melaksanakan sholat wajib 5 waktu, dan bahkan masih banyak sekali orang yang mengaku beragama Islam tapi tidak peduli dengan masalah kewajiban mengerjakan sholat. Padahal begitu besar manfaat dan pahala sholat bagi seorang umat manusia.

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. 20:14)

………Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). (QS. 4:103)

Sesungguhnya (shalat) kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman……… (QS. 4:104)

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)

Bagi orang beriman sholat terasa begitu lezat dan menenteramkan jiwa(ruh), sholat, penuh dengan do’a-do’a tentang pengagungan kepada Allah dan permohonan perlindungan kepada Allah, permohonan ampun kepada Allah, permohonan rizki kepada Allah, dst. namun banyak orang begitu sulit menghayati kenikmatan pemberian Allah yang begitu lezat. Perlu bagi manusia untuk mengenal siapa dirinya

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal(kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (QS. 6:2)

Kawannya (yang mu’min) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya : “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna (QS. 18:37)

Sungguh manusia adalah tanah-tanah yang telah dibentuk dan diberi nyawa oleh Allah, sehingga diri manusia adalah merupakan tanda-tanda keagungan Allah yang nyata. Ruh-ruh manusialah yang membuat beda antara tanah biasa yang berserak dengan tanah yang bisa berjalan kesana kemari dan berfikir dan berperasaan karena Allah telah menciptakannya dan menghidupkannya.

Kebutuhan ruh ruh seluruh makhluq-makhluq Allah adalah sama, yaitu akan sangat bahagia bila dapat mengagungkan Allah dan sangat sengsara bila tidak mampu mengagungkan Allah. Semua ruh-ruh mempunyai kebutuhan untuk bertasbih mengagungkan Allah.

Dengan memenuhi kebutuhan ruh, maka perjalanan hidup manusia menjadi sempurna. Sebaliknya bila manusia tidak mau memenuhi tuntutan ruhnya untuk berbakti kepada Allah maka kehidupan manusia menjadi tidak bermakna, apakah sama tanah yang berserak sama dengan tanah-tanah yang telah dikaruniai Allah ruh-ruh dan bisa berjalan kesana kemari ???.

Bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujia-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 64:1)

Bahkan Allah meyindir kepada manusia, bila ruh-ruh manusia yang hidup dimuka bumi enggan untuk bertasbih dan mengagungkan Allah, Allah sebenarnya tidak membutuhkan ibadah mereka sama sekali

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. 21:1)

Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. (QS. 21:20)

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. 41:37)

Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu. (QS. 41:38)

Allah tidak membutuhkan ibadah dari manusia, namun ibadah sholat merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh ruh-ruh manusia dalam rangka bertasbih dan mengagungkan Allah. Manusia akan terjaga kesucian dan kemuliaannya bila dapat mengerjakan sholat dengan sebaik-baiknya, penuh dengan cinta dan khusu’ kepada Allah.

Ruh-ruh orang-orang yang mencintai sholat adalah ruh-ruh yang bersih, ruh-ruh yang bahagia. Ruh-ruh yang mencintai Allah dan yang dicintai Allah. Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan khabar kepada manusia

Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. (HR. Al Hakim)

Ketinggian ruh-ruh manusia di akherat telah dapat terasakan sebelum manusia sampai kesana, seberapa kecintaannya kepada Allah untuk selalu bertasbih dan mengagungkan Allah dan ta’at kepada segala perintah Allah atau menjauhi segala larangan Allah merupakan tanda bukti kedudukan ruh-ruh manusia disisi Allah.

Manusia bukan sekedar tanah yang berfikir dan berperasaan, tidak saja tanah yang selalu ingin bernikmat-nikmat dan berlezat-lezat dengan memperturutkan hawa nafsu, namun didalamnya ada ruh-ruh yang sangat membutuhkan sesuatu yang amat dibutuhkan, yaitu untuk selalu bertasbih menggungkan Allah.

Dan kemuliannya itu ada tanda-tandanya, bukan tahta, bukan harta atau kelebihan-kelebihan yang lain, namun seberapa bersarkah cintanya untuk selalu bertasbih dan mengagungkan Allah, pencipta seluruh Alam. Allah sangat mencintai orang-orang yang beriman dan selalu berbuat amal sholih

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. 33:41)

Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 33:42)

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. 33:43)

Keramaian tempat belanja, tempat makan dan minum atau tempat-tempat hiburan tidak akan pernah memuaskan hati manusia, maka umat Islam harus segera kembali berbondong-bondong ke Masjid-Masjid Allah untuk memenuhi kebutuhan jiwa, makanan jiwa, jiwa yang bakal hidup kekal, yaitu sholat dengan khusu’ dan cinta kepada Allah, lebih dari kecintaannya kepada gemerlapnya dunia yang sangat sementara. Dialah Allah Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Kekal.

4 Tanggapan

  1. memanglah Allah tidak membutuhkan ibadah hambanya, karna allah sudah berkuasa, yang mempunyai kehendak.ALLAHUAKBAR

  2. terimakasih kami bisa membacanya, jazakalloh hu hoiron kasiro

  3. wah…artikel bener2 membangun iman nih….membangkitkan semangat ibadah….
    makasih ya…dah share tulisan nya….
    nice posting…

  4. se7 ,artikelna memang bgus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: