CVI/Labwindows : Alternative bagi pembenci Labview

Bagi anda-anda yang berkecimpung di Control Systems/Instrumentation, pasti kenal dengan program yang satu ini, ya Labview dari National Instruments. Di Perancis sini, hampir semua Industri memakai Labview sebagai bahasa utama pengembangan sistem instrumentasi dan kontrol di industri. Di tingkat universitas dan ecole (institut/sekolah tinggi), setiap mahasiswa Teknik Elektro dan Ilmu Komputer (Informatique) di Perancis diwajibkan untuk mempelajari Labview sebagai bagian dari matakuliah pemrograman, Sistem Kontrol dan Instrumentasi. FYI uniknya di Perancis, mahasiswa Ilmu Komputer atau seringnya disebut Industrielle Informatique disini SELALU mendapatkan mata kuliah Control Systems dan Instrumentation. Sesuatu yang tidak saya temui di UK dan Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya industri manufaktur di Perancis sehingga demand untuk engineer yang menguasai Sistem Kontrol dan Automasi sangat tinggi.

Labview menggunakan konsep Graphics Language sebagai landasan pemrogramannya. So semua operasi logika, iterasi dan matematika direpresentasikan dengan lambang dan flowchart. Labview memang ideal untuk scientist dan engineer yang kurang kuat background programmingnya tapi harus membuat aplikasi measurement dan insrumentasi dengan cepat.

Ok anyway, bagi saya, meskipun sangat tepat untuk data acquisition and measurement, orang Perancis kebablasan menggunakan Labview sebagai bahasa pemrograman general untuk urusan APA SAJA. Bahkan teman saya disuruh menggunakan Labview untuk memodelkan persamaan matematik (dimana Matlab, Mathematica atau Scilab lebih tepat untuk itu).

Labview memaksa kita untuk menggunakan prinsip dataflow, dimana fleksibilitas menjadi taruhannya.

Untuk program-program sederhana seperti akuisisi data dari instrumen, mengukur, dan menampilkannya, graphical programming language ini sangat cepat dan praktis. Tapi untuk menulis program yang cukup kompleks (misal aplikasi Object Detector and Recognition) dibutuhkan fleksibilitas yang sangat tinggi.

Sebagai orang pure Computer Science yang berlatar belakang text based programming dan telah mempelajari Theory of Programming Language dan Compiler Design, saya sangat membenci Labview dengan alasan berikut :

1. Tidak bisa memberi komentar
2. Tidak bisa memberi nama variabel (WTF ??)
3. Nonlinear dan alurnya susah diikuti, ini bikin program atau main game Maze???
4. Untuk memodifikasi satu perintah (dimana dalam bahasa pemrograman text hanya merubah satu baris) harus merubah keseluruhan struktur program.
5. Nonlinearity membuat sangat sulit untuk di-debug.
6. Nonlinearity membuat timing menjadi hal yang sangat sulit.
7. Penanganan Array dan iterasi yang rumit.
9. Sulit untuk menerapkan konsep OOP.
10. Pendukung Labview bilang operasi Parallel lebih mudah divisualisasikan dengan Labview, BULLSHIT, saya membuat parallel program dengan Celoxica Handel-C, tidak ada masalah.

Pertama kali menggunakan Labview untuk aplikasi numerical simulation and modeling (karena perusahaan tidak memiliki Matlab dan bos taunya hanya Labview), saya banyak terbantu dengan memakai C-Script untuk formula programming. Tapi lama-lama setelah aplikasi jadi kompleks, ternyata gabungan Labview dengan C-Script membuat program jadi rumit dan berat.
Akhirnya, setelah berkutat dengan kejengkelan, VOILA saya menemukan solusinya, Paolo, seorang PhD EE asal Brazil yang juga membenci Labview memberitahu pada saya bahwa Labwindows/CVI bisa menggantikan Labview dan kebetulan perusahaan MEMILIKI LISENSI Labwindows/CVI!

Labwindows/CVI adalah ANSI-C Compiler buatan National Instruments yang diklaim pembuatnya dapat menggunakan semua library dan modul akusisi data dari National Instrument dan compatible dengan Labview. So kita bisa mengerjakan aplikasi instrumentasi dan kontrol yang sama dengan Labview tanpa kepusingan-kepusingan bahasa pemrograman grafis.

Akhirnya semua program Labview saya convert ke Labwindows/CVI dan saya bisa meneruskan pekerjaan saya dengan bahasa pemrograman tercinta, ANSI-C !!

Beberapa hari setelah bermain dengan Labwindows/CVI, saya menyadari bahwa development tool ini lebih friendly daripada Visual C++.Net dan tentu saja memiliki library instrumentasi yang sangat lengkap. So Labwindows/CVI adalah tools terbaik untuk aplikasi instrumentasi, kontrol dan measurement di Industry bagi para software engineer atau hardcore coder.
copy paste dari mas adhiguna

10 Tanggapan

  1. katanya orang IT bukan orang yang romantis yah? betul gak …🙂

  2. benar kali mbak, orang IT memang tidak romatis sampai bisa tulis “pembenci”,ajarin jadi orang romatis kaya mbak rindhu mau gak he he

  3. Waah…Baru tau nih ada CVI/Labwindow….Lebih Keren dari Labview,yah…^^
    Hohoo…Boleh nih Software CVI/labwindownya…\^^/

  4. GW MHASISWA BERUMUR 22THUN,KATA SAPA LABVIEW SUSAH BUKTINYA GW BELAJAR BHASA PROGRAM, MU KAYA GMNA IDAH GW RASAKAN, C,ASSMBLER PKE PONYPROG OR AVSIM,TRUS JAVA,,,UDE GW RASAIN BAGAIMANA YG GW RASAIN,MALAH GW BILANG PLG SIMPLE…ANDA BLUM TAU DALEMAN LABVIEW…HAMPIR SELURUH DIKOTA AMERIKA SEMUA FASILITAS KONTROL.MEMAKAI LABVIEW…ANDA tAU NI-DAQ,,?salah satu cnth saja?!!!!klo tdk tau jangan katakan labview itu rumit!!!!!!di LABVIEW ITU TDK ADA YANG TIDAK MUNGKIN…FASILITAS MATLAB ADA,FUUZY LOGIC JG AD,MU APA LAGI..MU BWT WEB SITE,?PKE LABVIEW JG BISA,,,LAPORAN PENGUKURUN DARI KONTROL BISA BERUPA HTML..MU APA LAGI??YANG LEBIH MENCENGANGKAN LAGI WINDOWS TASK MANAGER YANG D XP…PKE LABVIEW TU PERFORMANCENA…GILA2AN!!!COBA DULU D ANDA SAMA SAJA MENYULITKAN ORANG YANG INGIN TAU TTG LABVIEW…DEMI Allah SWT…GAMPANG!!!!!!ORANG YANG BICARA DI ATAS CUMA OMDO

  5. Makanya kalo belajar jangan setengah-setengah, sebenarnya labview program yang sangat mudah. Hanya saja anda harus mengetahui alur penggunaannya. Ketimbang bahasa script tentunya objek memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses perancangannya. Intinya anda harus memahami dulu setiap dari objek2 yang anda gunakan! karena setiap objek ini mewakili script yang biasa anda gunakan dalam program berorientasi teks

    Salam

  6. susah ya???
    yah,,, baru mo mulai belajar…gmn donk klw susah
    Labwindows/CVI lbh mdh y?? buat kontrol jg lbh mdh?? soafwarenya donk ka,,,,

    buat ka’reza am ka’ adi yang bilang labview mudah tolong patma donk..
    tolong kirim trik termudah buat belajar labviewnya ke email patma “ipat_21@yahoo.co.id”
    ditunggu ye,,,, makasih

  7. halloo………. temen2, q lg punya gawean nich.
    yaitu akuisisi data dari suatu instrumen ke program labview. jd ceritanya q mau buat alat yang bisa ngukur besaran suhu,waktu,tegangan and resistansi resistor. trus hasilnya bs di liat atow ditampilkan di kompter pake program labview, Kira2 ada yg bs bantu ???????
    dr mana a harus mulainya ,hardware or soft dulu yaaa???

  8. Ohh pantasan mas di perusahaan tempat saya kerja PT. Thomson, semua Instrumen di control dengan Lab View dan Lab windows. Saya sendiri suka development untuk control otomatis alat dengan CVI/Lab windows. Selain sudah familiar dengan software text editing, CVI juga mudah untuk akses port LPT1, RS23,GPIB yang selama ini sering saya pakai. Kalau ada pengalaman untuk akses USB port tolong saya dikasih contoh source kode atau caranya mas.Rencana mau ngembangin program dengan alat yang lebih murah.

  9. Untuk yang mau belajar CVI/Labwindows, lihat di situs http://www.pckuonline.co.cc, di menu pemrogramman.

  10. Saya kira penulis ini sangat mumpuni di text based programming. Memang banyak orang yang sudah mengerti text based programming aga susah berpaling ke LabVIEW..

    Tetapi LabVIEW banyak digunakan di Industry dari yang data acquisisi sampai peluncuran roket dan sebagainya. Saya kira belajar LabVIEW mesti sampai dalam dulu baru bisa mengerti bagaimana membuat program yang efficient dan paralel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: