APLIKASI-APLIKASI MIKROKONTROLER DARI DELTA ELEKTRONICS part 1

APLIKASI

AN101 Pengiriman Data Serial Tanpa Kabel Menggunakan Transceiver 2.4Ghz Bagian 2

(Konfigurasi Transceiver 2.4GHz )

Media pengiriman data dapat menggunakan berbagai macam media, misalnya media udara atau melalui gelombang radio. Secara sederhana pada pengiriman data menggunakan media udara, data ditumpangkan pada gelombang pembawa melalui proses modulasi dan kemudian ditransmisikan melalui gelombang radio. Pada aplikasi kali ini akan dibahas cara konfigurasi modul Transceiver 2.4Ghz menggunakan modul DST-52 untuk mengiriman dan menerima data serial melalui gelombang radio. Aplikasi kali ini merupakan kelanjutan dari aplikasi sebelumnya yang telah membahas spesifikasi dan mode-mode kerja dari modul Transceiver 2.4GHz

Software pendukung:

Transmitter

Receiver

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

DX-24i Delta Xceiver 2.4GHz

M1632 LCD Modul LCD 16×2

AN102 Konverter USB Ke Serial 232

Pada PC atau Laptop-laptop keluaran terbaru, jumlah port serial RS232 semakin lama semakin berkurang, jika pada PC lama biasanya terdapat dua buah konektor RS232 maka sekarang berkurang menjadi satu buah konektor RS232 saja. Keberadaan port serial RS232 sekarang telah digantikan oleh port USB yang memang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan port serial RS232.

Cara untuk merubah port USB agar dapat berkomunikasi layaknya melalui port RS232 misalnya adalah, dengan menggunakan IC FT232. IC ini adalah IC USB UART. Secara garis besar IC ini berfungsi untuk merubah data USB yang berasal dari port USB menjadi data serial dengan level tegangan TTL. Sehingga dengan menggunakan IC FT232 para pengguna dapat melakukan komunikasi data serial (UART) melalui port USB. Semua proses handshaking , enumerasi dan lain-lain yang diperlukan agar dapat menggunakan port USB telah ditangani oleh IC FT232 tersebut, sehingga memudahkan pengguna untuk menggunakannya.

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

DU-232 Delta USB to 232 Converter

AN103 Aplikasi Label Nama Elektronik oleh SST-01 LCD Interface

Aplikasi berikut ini membahas mengenai label nama elektronik yang dibentuk oleh SST (Sub System) -01 LCD Interface. Sub System adalah bagian kecil dari sebuah system elektronik yang dirancang untuk membantu kinerja dari Bagian Pemroses yang dapat berupa Development System (DST-5x) ataupun Personal Computer.

Dengan adanya sub system maka Bagian Pemroses (CPU) serasa bagaikan seorang atasan yang memiliki asisten yang cerdas. Bila sebelumnya pada antarmuka-antarmuka yang biasa, CPU harus mengatur proses yang terjadi pada antarmuka lebih detail bagaikan seorang atasan yang harus menjelaskan dan mengajarkan detail perintahnya maka dengan Sub System, CPU hanya cukup memberikan perintah-perintah singkat saja dan Sub System akan langsung mengerjakan perintah tersebut tanpa CPU harus campur tangan.

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

SST-01 LCD Interface

AN104 Identifikasi Menggunakan RFID EM-10

Radio Frequency Identification (RFID) adalah suatu metoda penyimpan dan mengambil kembali data melalui gelombang radio menggunakan suatu peralatan yang disebut RFID tags atau transponders. Data yang ditransmisikan dapat berupa kode-kode yang bertujuan untuk mengidentifikasi suatu obyek tertentu. Suatu RFID tags dapat berupa benda yang sangat kecil, sehingga dapat disatukan dengan misalnya kertas stiker. Kertas  stiker yang terdapat RFID tags tersebut dapat direkatkan ke dalam suatu produk, binatang, atau bahkan orang. Ketika kode-kode identitas yang terdapat pada RFID tags yang direkatkan dengan stiker tersebut dibaca oleh peralatan pembaca RFID tag, maka secara otomatis identitas dari benda yang telah diberi RFID tag tersebut akan segera diketahui.

Modul pendukung:

EM-10

CB-232 RS232 to TTL Converter

AN105 Mengetahui Posisi Dengan Modul Penerima GPS dengan Modul TF-11 dan Kabel CB-232

GPS (Global Positioning System) adalah suatu sistem navigasi dengan menggunakan bantuan satelit. Dimanapun posisi sesorang berada dibumi akan dapat diketahui dengan mudah jika menggunakan GPS. Pada umumnya, anggapan orang ketika berbicara tentang GPS, adalah berarti suatu penerima GPS. Global Positioning System (GPS) sebenarnya adalah suatu kumpulan dari 27 satelit yang mengorbit bumi (24 satelit utama yang beroperasi dan 3 satelit cadangan).

Kegunaan sebuah penerima GPS adalah untuk menentukan lokasi empat atau lebih dari satelit-satelit tersebut, mengukur jarak masing-masing satelit dan menggunakan informasi ini untuk menentukan posisi dirinya sendiri dibumi. Masing-masing satelit berputar mengelilingi bumi dua kali setiap harinya. Orbit dari satelit-satelit tersebut diatur sedemikian rupa sehingga pada setiap saat dan dimanapun posisi penerima dibumi, akan dapat mendeteksi keberadaan paling sedikit empat satelit diangkasa.

Pada artikel kali ini akan dicontohkan bagaimana menghubungkan antara modul penerima GPS TF11 dengan PC, menggunakan  modul CB 232

Modul pendukung:

TF-11

CB-232 RS232 to TTL Converter

AN106 DST-52 Downloader USB

Dewasa ini keberadaan port serial RS-232 pada komputer semakin berkurang  jumlahnya, jika dahulu terdapat minimal 2 buah port serial RS-232, maka sekarang jumlahnya sudah berkurang menjadi 1 buah, bahkan pada jenis komputer tertentu sudah tidak menyediakan port serial RS-232, misalnya pada komputer jenis mobile. Karena memang dilihat dari sudut teknologi, bagi beberapa pihak komunikasi data menggunakan port serial RS-232 sudah dianggap tertinggal.

Dalam mempelajari teknik dasar antar muka mikrokontroler dengan PC menggunakan komunikasi data serial kadang-kadang menemui kendala, yaitu tidak tersedianya port serial RS-232 pada PC, terutama pada PC keluaran terbaru. Alternatif lain adalah dengan menggunakan port USB. Tetapi bagaimana jika mikrokontroler yang digunakan tidak mendukung komunikasi data melalui port USB, dan kendala lainnya protokol untuk menggunakan USB bagi pemula tidaklah mudah untuk dipelajari. Hal ini sekarang dapat diatasi dengan menggunakan suatu dongle konverter port USB menjadi port serial RS-232. Dengan menggunakan konverter ini maka sebuah port USB PC seolah-olah menjadi sebuah port serial RS-232 seperti pada umumnya, walaupun sesungguhnya data ditransfer melalui sebuah port USB.

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

DU-232 Delta USB to 232 Converter

AN107 GPS Mobile Tracking dengan TF-11 GPS Receiver dan DX-24i sebagai RF Transceiver

Pada artikel yang lalu telah dibahas bagaimana mengetahui posisi di bumi dengan menggunankan modul penerima GPS. Pada dasarnya GPS (Global Positioning System) adalah suatu sistem untuk navigasi dengan menggunakan bantuan satelit. Dengan menggunakan penerima GPS posisi seseorang atau benda yang berada dibumi akan dapat diketahui. Fungsi dari penerima GPS adalah untuk menentukan lokasi empat atau lebih dari satelit-satelit GPS, mengukur jarak masing-masing satelit dan menggunakan informasi ini untuk menentukan posisi penerima GPS tersebut dibumi. Karena orbit dari satelit-satelit tersebut telah diatur sedemikian rupa maka pada setiap saat dan dimanapun posisi penerima berada dibumi, akan dapat mendeteksi keberadaan paling sedikit empat satelit diangkasa.

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

TF-11 GPS Receiver

DX-24i Delta Xceiver 2.4GHz

M1632 LCD Modul LCD 16×2

AN108 Tampilkan Karakter Menggunakan Modul SST-01 LCD Interface Dengan Inputan Keyboard PC

Pada suatu aplikasi yang membutuhkan tampilan untuk pengguna, kadangkala membutuhkan lebih dari 1 buah modul display LCD 16×2 untuk menampilkan informasi. Hal ini kelihatannya mudah saja jika port yang tersedia untuk mengontol modul LCD mencukupi. Tetapi hal ini akan menjadi masalah jika port yang tersedia sangat terbatas. Walaupun hal ini sebenarnya dapat  diatasi, tetapi akan berakibat rangkaian akan menjadi semakin rumit. Selain itu jika pada proses instalasi jarak antara modul display LCD 16×2 dan modul pengontrol berjauhan akan mengakibatkan proses pengkabelan semakin rumit, karena modul display LCD 16×2 memakai jalur data pararel.Dengan menggunakan modul SST – 01 LCD Interface hal ini dapat diatasi. Karena dengan menggunakan  minimum 3 buah jalur saja maka sudah dapat untuk mengontrol 8 buah modul SST-01 LCD Interface sekaligus, secara independen.

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

M1632 LCD Modul LCD 16×2

SST-01 LCD Interface

AN109 Mesin Antrian Sederhana Menggunakan Modul SST-01 LCD Interface Sebagai Penampil
Pada artikel kali ini akan dicontohkan bagaimana mengaplikasikan modul SST-01 sebagai serial display pada mesin antrian. Nomer urut antrian pada masing-masing loket akan ditampilkan pada display LCD yang berbeda-beda setiap loketnya. Dengan menggunakan modul SST-01, masing-masing bentuk tampilan display loket pada mesin antrian dapat diatur secara independen, walaupun menggunakan jalur data yang sama. SST-01 dapat digunakan bersama-sama dikarenakan, SST-01 LCD adalah merupakan sub system yang mempunyai ID. Pada kondisi awal dari manufaktur, sub system ini memiliki ID 00. Pengguna sudah dapat langsung menggunakan sub system ini secara tunggal. Agar dapat mengontrol tiga buah modul SST-01 secara bersama-sama diperlukan kontroler yang bertindak sebagai master, pada artikel kali ini kontroler yang digunakan sebagai master adalah modul DST-52

Software pendukung:

Antrian.asm

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

M1632 LCD Modul LCD 16×2

SST-01 LCD Interface

AN110 Mengontrol Motor Steeper Dengan Sub System – 06 Stepper Motor Interface

Sub System – 06 Stepper Motor Interface adalah suatu antar muka driver motor stepper yang mampu menerima perintah-perintah dari mikrokontroller ataupun PC sebagai Master, sehingga Master dapat mengontrol mode kerja motor stepper, arah putar, kecepatan, dan jumlah step untuk masing-masing motor secara terpisah dan real time.

Masing-masing motor dapat dikontrol oleh Master secara terpisah dengan mengirimkan perintah-perintah yang sesuai. Selain itu dengan menggunakan sebuah Master saja sudah dapat menggunakan 8 buah modul SST-06 secara bersama-sama, karena modul SST-06 dapat dialamati sampai 8 Sub System, sehingga pengguna dapat mengontrol hingga 16 buah motor sekaligus

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

SST-06 Stepper Motor Driver

AN111 Kunci Digital Menggunakan RFID

Pada artikel yang lalu telah dibahas mengenai Radio Frequency Identification (RFID), sebagai gambaran RFID adalah suatu metoda penyimpan dan mengambil kembali data digital melalui gelombang radio dengan frekuensi tertentu menggunakan suatu peralatan yang disebut RFID tags atau transponders. Data yang ditransmisikan pada umumnya adalah kode-kode yang bertujuan untuk identifikasi suatu obyek tertentu. RFID tags pada umumnya dapat berupa benda yang sangat kecil sehingga dapat dengan mudah digabungkan dengan benda-benda lain.

Software pendukung:

KunciRFID

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

EM-10 RFID

AN112 Kendali Alat Jarak Jauh Menggunakan Remote Infra Merah Dan RF Sebagai Media Trasnmisi Data

Pada artikel sebelumnya, telah dibahasa contoh aplikasi pengendali peralatan rumah tangga. Terdapat berbagai macam cara untuk mengendalikan peralatan tersebut antara lain yang telah dicontohkan pada aplikasi sebelumnya adalah pengendali peralatan rumah tangga melalui jalur telephone dan RS485. Selain itu juga telah dicontohkan pula proses pengendalian peralatan rumah tangga dilakukan dengan menggunakan jalur infra merah.

Menggunakan infra merah lebih praktis untuk penggunaan secara indoor (dalam ruangan), karena portabilitas remote control yang membuat pengguna dapat dengan mudah mengendalikan peralatan dari sudut-sudut ruangan manapun. Pengontrolan peralatan rumah tangga menggunakan remote infra merah mempunyai keterbatasan jika akan digunakan untuk outdoor, misalkan mengendalikan peralatan yang berada diluar ruangan atau rumah. Memang hal ini dapat diatasi dengan menggunakan kabel yang panjang untuk transmisi data, tetapi hal tersebut kurang praktis dan aman.

Oleh karena itu bila pada artikel sebelumnya menggunakan infra merah, maka pada pada artikel kali ini akan menggunakan infra merah dan RF. Dengan menggunakan media RF maka pengendali peralatan menggunakan remote infra tidak terbatas hanya dapat digunakan secara indoor saja, pengguna dapat dengan mudah mengendalikan peralatan yang berada dengan jarak yang relatif jauh atau bahkan diluar ruangan hanya dari dalam ruangan rumahnya.

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

IR-8510 Infrared Transceiver

DX-24i Delta Xceiver 2.4GHz

Software pendukung:

kendalirf.zip (Revisi 2/7/06)

AN113 Infrared Remote Control Extender dengan menggunakan Modul IR-8510, TLP916A dan RLP916A

Teknologi infrared dalam aplikasi remote control saat ini sudah banyak dijumpai pada berbagai macam perangkat elektronik. Namun sampai saat ini, infrared mempunyai keterbatasan untuk pengendalian pada jarak yang sangat jauh ataupun menembus dinding. Contohnya pada presentasi di panggung yang luas di mana jarak presenter dan power point projector berada pada posisi yang sangat jauh, atau pada pengendalian peralatan rumah tangga menggunakan remote control sony seperti yang dibahas pada AN083 di http://www.delta-electronic.com

Dengan adanya Infrared Remote Control Extender ini, maka pengendalian peralatan menggunakan infrared remote control dapat dilakukan pada jarak yang lebih jauh dan bahkan dapat menembus tembok.

Prinsip kerja dari Infrared Remote Control Extender ini adalah mengubah sinyal infrared menjadi gelombang radio dengan frekwensi UHF sehingga transmisi data dapat dilakukan pada jarak yang cukup jauh dan diterima dengan penerima UHF serta kembali diubah menjadi sinyal-sinyal infrared. Frekwensi UHF 916 MHz digunakan untuk menghindari adanya noise-noise dari frekwensi radio lainnya.

Modul pendukung:

IR-8510 Infrared Transceiver

TLP916 UHF Transmitter

RLP916 UHF Receiver

AN114 Real Time Clock Menggunakan I2C Bus pada Modul DST-52

Jika pada umumnya IC Real Time Clock menggunakan jalur data pararel maka pada apliaksi ini akan dicontohkan penggunaan IC Real Time Clock menggunkan jalur data serial I2C bus. Kelebihan dari IC RTC yang meggunakan jalur data pararel adalah sistem I2C bus membutuhkan jalur data jauh lebih sedikit dari pada sistem pararel bus dengan kemampuan yang relatif sama dengan yang menggunakan jalur data pararel. DS1307 adalah IC serial Real Time Clock (RTC) dimana alamat dan data ditransmisikan secara serial melalui sebuah jalur data dua arah I2C. Karena menggunakan Jalur data I2C maka hanya memerlukan dua buah pin saja untuk komunikasi. Yaitu pin untuk data dan pin untuk sinyal clock. Sistem jalur data I2C adalah suatu standar protokol sistem komunikasi data serial yang dikembangkan oleh Philips dan cukup populer karena penggunaannya cukup mudah.

Modul pendukung:

DST-52 DST-52 Development System

AN115 Mengatasi Pencurian Pulsa Telephone dengan Blocker

Kondisi kenaikan BBM memicu kita untuk melakukan penghematan di berbagai sector. Rekening Telephone merupakan salah satu sector yang perlu diperhatikan. Kadang-kadang kita dikejutkan oleh adanya lonjakan pada tagihan rekening telephone padahal kita rasakan bahwa pemakaian kita tidak sebanyak itu. Beberapa pelanggan mencari solusinya dengan mencari sistem penghemat pulsa untuk mereduksi tagihannya. Melalui artikel ini kami ulas bahwa penghematan pulsa hanya dapat dilakukan dengan mencegah adanya pencurian pulsa pada jaringan telephone anda

AN116 Aplikasi Pendeteksi Kutub Magnet

Seringkali kita kesulitan untuk mengetahui kutub-kutub dari sebuah magnet, kita seringkali hanya dapat mengetahui bahwa suatu benda telah mengandung medan magnet tetapi tidak dapat mengetahui kutub-kutub magnetnya, apakah kutub magnet tersebut selatan atau utara. Pada aplikasi kali ini akan dicontohkan bagaimana mendeteksi keberadaan medan magnet sekaligus mengetahui kutub-kutub magnetnya, menggunakan sebuah sensor Hall-Effect dan modul op-amp OP-01.Untuk mendeteksi keberadaan medan magnet dan jenis kutubnya menggunakan sebuah sensor Ratiometric, Linear Hall-Effect UGN3503

Modul pendukung

– Modul OP-01 Universal Op Amp

AN117 Modul Evaluation Board Untuk DS80C400 Networked Microcontroller (DSTINIm400 & DSTINIs400)

Dewasa ini kebutuhan akan jaringan (network) semakin lama semakin meningkat, misalnya Ethernet dan sejenisnya. Penggunaan jaringan tersebut tidak terbatas pada PC saja, tetapi suatu sistem yang berdiri sendiripun (stand alone) dapat menggunakannya. Untuk memenuhi kebutuhan akan hal tersebut maka para produsen chip mulai memproduksi mikrokontroller yang kusus digunakaan untuk jaringan,misalnya mikrokontroller DS80C400 yang dikeluarkan oleh Maxim(Dallas Semiconductor), salah satu produsen chip semikonduktor yang cukup terkenal. Untuk mendukung penggunaan mikrokontroller DS80C400, selaku produsen mikrokontroler tersebut juga memproduksi Evaluation Board, yang memudahkan konsumen untuk belajar cara penggunaan dan merancang aplikasi  menggunakan mikrokontroller DS80C400.

Modul pendukung

DSTinim400

AN118 Decoder/Encoder UART ke IrDA Menggunakan IrDA Kontroller

Kadangkala suatu ketika pengguna merasa kesulitan dalam menghubungkan suatu peralatannya dengan peralatan lainya, misalnya tidak adanya kabel data atau kesulitan akan konektor yang digunakan. Hal ini tidak akan dijumpai jika peralatan yang digunakan telah menggunakan standar protokol IrDA.Salah satu keunggulan dari transmisi data menggunakan IrDA adalah kemampuannya mengirimkan data serial tanpa menggunkan kabel. Penggunaan standar protokol IrDA untuk komunikasi data serial telah berkembang luas, terutama bagi peralatan yang mempunyai tingkat mobilitas tinggi, misalnya handphone, laptop dan sebangsanya. Dengan menggunakan IrDA pengguna tidak perlu repot-repot untuk membawa-bawa kabel data untuk peralatannya, dan tidak perlu bingung dengan konektor yang digunakan. Mengirim dan menerima data menggunakan IrDA memerlukan beberapa peralatan dan menggunakan protokol komunikasi tersendiri. Standar protokol dan hardware yang diperlukan ditentukan oleh spesifikasi standar IrDA

AN119 PENGGUNAAN DX-10 ALARM & CONTROL SYSTEM ALARM BERBASIS SMS PADA MOBIL

Aplikasi kali ini membahas bagaimana memodifikasi Perangkat DX-10 Alarm & Control sebagai pengaman dan system kendali pada mobil. DX-10 Alarm & Control yang memang pada dasarnya didisain untuk pengamanan dan pengendalian peralatan pada rumah maupun kantor ini memang dapat dimodifikasi untuk mobil. Berbeda dengan aplikasi peralatan listrik rumah tangga yang menggunakan tegangan tinggi dan arus yang relative tidak terlalu besar, maka pada mobil lebih sering menggunakan arus besar dengan tegangan 12 Volt saja. Untuk itu relay yang digunakan pada aplikasi ini harus mempunyai kapasitas arus yang besar pula. Gambar 1 menunjukkan kaki-kaki dan notasi dari relay yang khusus digunakan untuk mobil.

AN120 JAM DIGITAL DENGAN RTC DS1307 DAN MODUL DST-52

Aplikasi berikut ini membahas bagaimana merancang sebuah jam digital dengan menggunakan RTC DS1307 dan Modul DST-52. RTC DS1307 adalah sebuah Real Time Clock yang diakses secara I2C seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya. Dengan adanya RTC ini, maka program yang ada pada Development System DST-52 tidak perlu membuat program jam digital maupun kalendernya lagi. DST-52 hanya perlu membaca data-data jam maupun kalender yang telah disimpan. Lebih detail mengenai register-register ini dapat dilihat pada AN114 Real Time Clock Menggunakan I2C Bus pada Modul DST-52.

Modul Pendukung

– DST-52 DST-52 Development System

SEE-24 Serial EEPROM

AN121 JAM DIGITAL DENGAN RTC DS1307 DAN MODUL DST-52 (2) Pengaturan Waktu melalui Keypad 4×4

Bila pada artikel jilid 1 telah kita pelajari proses menampilkan data jam dari RTC DS1307 ke layar LCD, maka pada artikel ini akan kita bahas mengenai proses mengatur nilai awal dari waktu yang ada pada RTC ini..

Modul Pendukung

SEE-24 Serial EEPROM

M1632 LCD Modul LCD 16×2

Software pendukung

Jamds13072.zip

AN122 Dasar Pemrograman Bahasa C pada Modul DST-51

Pada awal munculnya mikrokontroler 8051, ada suatu anggapan bahwa bahasa assembly adalah satu-satunya pilihan yang paling efisisen untuk memprogram mikrokontroler ini. Seolah-olah, keterbatasan memori internal yang dimiliki 8051 baik memori program maupun memori data, tidak memungkinkan untuk pembangunan program menggunakan bahasa tingkat tinggi (High Level Language). Walaupun demikian, pengembangan compiler C untuk 8051 telah dimulai sejak tahun 1985. Dan sejak saat itu, usaha yang berkesinambungan dilakukan untuk memperbaiki efisisensi Compiler C untuk 8051.

Modul Pendukung

– DST-51 DST-51 Development System

AN123 Jam Digital dengan Bahasa C

Modul DST-51 sebagai central pemroses, LCD Hitachi digunakan untuk menampilkan data waktu yang berupa   jam, menit, detik, hari, tanggal, bulan dan tahun. Modul RTC-1287 sebagai sumber data waktu yang akan ditampilkan, dan Key-44 sebagai inputan untuk menset waktu. Sistem yan akan kita buat bisa dilihat pada gambar-1

Modul Pendukung

– DST-51 DST-51 Development System

M1632 LCD Modul LCD 16×2

RTC-1287 Modul Real Time Clock

– KEY-44 Keypad 4×4 Interface

AN124 Jam Digital dengan Bahasa C (2)

Merupakan kelanjutan dari AN123

Modul Pendukung

– DST-51 DST-51 Development System

M1632 LCD Modul LCD 16×2

RTC-1287 Modul Real Time Clock

– KEY-44 Keypad 4×4 Interface

AN125 Jam Digital dengan Bahasa C (3)

Merupakan kelanjutan dari AN124

Modul Pendukung

– DST-51 DST-51 Development System

M1632 LCD Modul LCD 16×2

RTC-1287 Modul Real Time Clock

– KEY-44 Keypad 4×4 Interface

AN126 Sensor Warna TCS230

TCS230 adalah Konverter warna cahaya ke frekuensi. Ada dua komponen utama pembentuk IC ini, yaitu photodioda dan pengkonversi arus ke frekuensi

Modul Pendukung

– DST-51 DST-51 Development System

TCS230 Sensor Warna

AN127 New Development System DST-R8CDST-R8C adalah merupakan salah satu Development System dari Delta Series yang didisain menggunakan mikrokontroler Renesas tipe R8C/Tiny

Modul Pendukung

DST-R8C Delta System Tools for R8C Tiny

AN128 Programmable DC/Servo Motor dengan menggunakan DDMI-01 dan DST-52

Berbeda dengan motor stepper, motor DC lebih mudah dikendalikan karena prosesnya hanya dilakukan dengan memberikan tegangan DC saja. Sedangkan arah dapat diubah dengan melakukan perubahan pada polaritasnya saja.  Pada artikel ini akan dibahas bagaimana mengatur motor DC agar bergerak ke arah-arah yang telah ditentukan sebelumnya selama periode waktu tertentu. Contohnya, step 1 bergerak se arah jarum jam selama 15 detik, kemudian step 2 bergerak berlawanan jarum jam selama 20 detik dan seterusnya

Software pendukung

an0128.zip

Modul Pendukung

– DST-52 DST-52 Development System

DDMI-01 Delta DC Motor Interface

– KEY-44 Keypad 4×4 Interface

M1632 LCD Modul LCD 16×2

AN129 Pengendali Motor dengan Remote Sony Artikel berikut dibangun dengan menggunakan 1. Modul ST-2051 (Small System AT892051), 1 Modul DDMI-01 (Delta DC Motor Interface), 1 Motor DC. Fungsi aplikasi pada artikel ini adalah mengatur arah putaran motor DC dengan menggunakan remote control Sony. Remote control Sony adalah remote yang cukup banyak ditemukan di pasaran sehingga pengguna tidak akan kesulitan untuk memperolehnya

Software pendukung

an0129.zip

Modul Pendukung

– ST-2051 Small System AT892051

DDMI-01 Delta DC Motor Interface

AN130 APLIKASI MODUL DELTA TRN-01 UNTUK PENGAMBILAN DATA ANALOG 16 BIT Delta TRN-01 adalah merupakan perangkat berlatih baik teori maupun praktek dari Mikrokontroler AT89S5x di mana yang dimaksud AT89S5x di sini adalah meliputi AT89S51, AT89S52, AT89S53 dan AT89S8252. Untuk AT89C5x, modul ini dapat berfungsi sebagai perangkat peraga saja, sedangkan untuk pemrograman dapat menggunakan DST UNI-PROG.

Modul Pendukung

TRN-01 Delta Trainer Board for MCS51

DQI-01 Delta Data Aquisition Interface 16 bit

AN0131 Komunikasi data USB/RS232 melalui gelombang radio Frekwensi 2,4GHz dengan menggunakan SST-10Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai komunikasi data melalui gelombang radio dengan menggunakan frekwensi 2,4GHz dengan menggunakan Modul DX-24. Namun komunikasi tersebut hanya dapat dilakukan antar mikrokontroler, sedangkan pada artikel berikut ini komunikasi dapat dilakukan antar PC, PC ke mikrokontroler dan sebaliknya.

Modul Pendukung

SST-10 USB/232 to 2.4 GHz RF Transceiver

AN0132 PENGENDALI PERALATAN LISTRIK MENGGUNAKAN RELAY BOARDDalam mengendalikan peralatan-peralatan listrik, mikrokontroler maupun PC tidak dapat berhubungan langsung dengan peralatan-peralatan tersebut mengingat fungsinya sebagai otak dari sistem. Untuk proses pengendalian tersebut diperlukan bantuan relay yang berfungsi sebagai pelaksana dari perintah yang diberikan otak. Artikel berikut akan membahas jenis-jenis Relay Board yang ada

Modul Pendukung

DRL-12xx Delta Relay Board

AN0133 Penggunaan DCS-01( Delta Current Sensor ) dan DQI-02 (Delta Acquisition Interface) untuk pengukuran Arus Beban AC/DC melalui Port USB PC

Dalam pengukuran arus biasanya membutuhkan sebuah resistor shunt yaitu resistor yang dihubungkan secara seri pada beban yang berfungsi untuk mengubah aliran arus menjadi tegangan. Tegangan tersebut biasanya diumpankan ke current transformer terlebih dahulu sebelum masuk ke rangkaian pengkondisi sinyal.
Teknologi hall effect yang diterapkan oleh Allegro menggantikan fungsi resistor shunt dan current transformer menjadi sebuah sensor dengan ukuran yang relatif jauh lebih kecil. Aliran arus listrik yang mengakibatkan medan magnet dan menginduksi bagian dynamic offset cancellation dari ACS706ELC-2

Modul Pendukung

DCS-01 Delta Current Sensing

DQI-02 Delta Data Aquisition

11 Tanggapan

  1. aslkm
    lam knal boss

    salam sukses

    boss minta artikel yang komplit donk tentang sensor warna, frekuensi AN 0131

  2. oke tunggu aja nanti aku cari info tentang sensor warna makasih atas komentnya

  3. boz…..

    lam knal yauw…..

    boz mnta artikel apa makalah tentang penggunanaan aplikasi inframerah pada mobil keseluruhan

    makasih y atas infona……

    klo bsa cpet y boz….

    he3 mav ngeburu-buru

  4. askum.mas saya bisa minta tolong gak, gini saya kan mau belajar membuat sistem kendali berbasis mikrokontroler dikontrol melalui USB tapi saya tidak tauh caranya gimana dan rangkaiannya apa , trus gimana cara memprogram yang akan kita olah diPC… tolong bantuannya mas …aplikasinya yang sederhana saja gak usah yang terlalu ribet,saya da coba buka file tentang itu diblog ini tapi kok gak bisa didownload , kalau bisa dan ada waktu add di Mingkak87@yahoo.co.id ,terima kasih atas kerja samanya….

  5. lam kenal mas…
    mau tanya niy,, punya artikel tentang kendali alat dengan radio frekuensi (RF) yang lengkap ga…..
    mau buat aplikasi kendali dgn RF niy…

    cepet ya ms kalo bisa … trims sebelumna…..

  6. aku tertarik sama sistem pengendalian peralatan rumah tangga dilakukan dengan menggunakan jalur infra merah dan RF.tu ilmu yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan hal tersebut pa ja ya?soalnya rencananya mw tak jadiin judul TA gt

  7. lam knal..
    mas ad gx makalah tntg alarm anti pencuri dgn menggunakan mcs 89s51..
    law ad mnt donk,mo bwt tgs akhir ne..
    thank’s

  8. wah, saya suka blognya..
    Banyak yg bisa saya pelajari disini.
    Ada artikel tentang aplikasi sensor hall effect ga?
    Slm knl.

  9. assalamu’alaikum…..
    hallo Bos???
    saya suka blog anda….mantab bro….
    ada artikel tentang Penggerak Layar Proyektor secara Otomatis?
    thanks

  10. assalam kawan… blog x TOP bgt….. oy kalau sistem kontrol layar infocos berbasis ATEMEGA ada ndak….. bentuk rangkaiannya dan sensor yg cocok apa?????
    thank;s…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: