Tempe dan Kolesterol dalam Darah

Di daerah Jawa Tengah mengolah tempe menjadi tempe bacem adalah satu halyang lumrah, di warung-warung pecel lele, tempe goreng menjadi pelengkaphidangan. Sepertidiketahui, sepotong tempe mengandung berbagai unsure bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim,daidzein, genisten, serta komponen antibakteri. Agar khasiat zat-zat bermanfaat itu tak banyak terbuang, harus dipilih proses pemasakan yang memungkinkan terjaganya kandungan nutrisi dalam tempe.

Selai nutrisi, tempe juga dipercaya dapat mencegah anemia dan osteoporosis, dua penyakit yang lumayan banyak diderita wanita. Perempuan memang dikenal sangat rawan terhadap anemia. Hal itu berkaitan dengan kodrat wanita yang harus mengalami haid, hamil, serta menyusui bayi.

Anemia bisa juga menyerang wanita yang enggan makan, karena takut gemuk, sehingga persediaan dan produksi sel-sel darah merah dalam tubuh menurun. Pada kasus seperti ini, tempe berperan sebagai pemasok mineral, vitamin B12, dan zat besi yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah. Di luar tempe, vitamin B12 hanya terdapat pada pangan hewani. Itu sebabnya, vegetarian sangat tergantung pada tempe sebagai pemasok vitamin B12.

Adapun kadar zat besi pada tempe cukup tinggi, mencapai 9 mg atau sekitar 30% dari kecukupan zat besi yang dianjurkan setiap harinya (26 mg). Keunikannya, ia lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan zat besi dari pangan nabati lainnya. Ia juga berperan besar dalam mengurangi kecenderungan mudah pecahnya sel darah merah, sehingga pasokan sel-sel tersebut dalam tubuh tetap terjaga. Sementara kandungan mineral kalsium tempe pun tak kalah hebat, mencapai 347 mg/ 100 g, mencukupi sekitar 50% kebutuhan kalsium tubuh setiap harinya.

Penelitian terakhir menunjukkan, tempe juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Senyawa protein, asam lemak PUFA, serat, niasin, dan kalsium di dalam tempe dapat mengurangi jumlah kolesterol jahat. Dampak positifnya, penyumbatan pembuluh darah oleh plaque kolesterol dan pengerasan pembuluh yang sering menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, dan stroke dapat dicegah. Senyawa dalam tempe juga menghambat aktivitas HMG-CoA-reduktase si pembentuk kolesterol. Dengan terhambatnya aktivitas enzim ini, tahap awal pembentukan kolesterol dapat dicegah.

Achmad Biben, guru besar pada Fakultas Kesehatan Universitas Padjadjaran, Bandung, menambahkan, manfaat tempe buat proses pembentukan sel tulang. Makan tempe secara rutin terbukti dapat menjadi senjata pencegah gangguan dini pada tulang. “Kandungan zat aktif isoflavon, khususnya daidzein, genistein, serta isoflavon tipe 2 yang dapat berikatan dengan reseptor hormon ekstrogen dalam tubuh, mengurangi keluhan psikovasomotor, khususnya semburan atau hentakan panas di dada, yang sering dialami perempuan saat memasuki usia menopause,” jelas Biben.
Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: